Anggota Parlemen Timor Leste dan MacBook

Catatan:
Ini adalah sebuah postingan lama yang saya tulis ketika berlibur di negara tercinta Timor Leste Agustus 2009 lalu.

Perkembangan teknologi komunikasi khususnya laptop jauh lebih berkembang di tahun tahun sebelumya. Tepatnya awal tahun 2008 intel luncurkan quad core yang banyak sekali memiliki kelebihan, selain sistemya yang berubah jenis ukuran laptop-nyapun bervariasi, bandingkan tahun dengan tahun 2007 yang hanya memiliki ram yang berkapasitas 1GB, dan bisa disebut kapasitas yang standar saja.

Saat ini teknologi seperti laptop sudah tidak asing lagi bagi masyarakat baik dari anak-anak kuliah hingga sampai orang dewasa yang menggunakan laptop untuk kerja ataupun untuk gaya. Apakah fenomena ini kemungkinan akan dialami para wakil rakyat? Apabila mereka telah memiliki laptop tersebut?

Dalam kejadian di masyarakat, bahwa tidak sedikit fasilitas pejabat seringkali dipermasalahkan. Ketika masa kerja/jabatan habis, fasilitasnya juga ikut dibawa. Kasus pengadaan mobil bagi anggota Parlemen salah satu kasus riil. Diawal sepertinya memiliki itikad baik untuk hanya digunakan saat berrugas. Namun kenyataanya jauh dari janji tersebut. Repotnya lagi, ketegasan untuk mengembalikan aset negara tersebut kadang setengah hati. Tidak sebanding saat memperjuangkan untuk meng-golkan program pengadaan fasilitas.

Pengadaan laptop baru itu bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja anggota dewan parlemen nasional Timor Leste periode 2007-2012, terutama kemudahan dalam membuat dan mengakses informasi. Laptop yang dipilih untuk mempermudah dan mengoptimalkan kinerja para anggota parlemen tersebut ialah laptop produk Apple.

Apple memang selalu meluncurkan produk yang memiliki desain yang menarik dan menawarkan kemudahan pengoperasian lebih dari produk vendor lain. Namun tentu saja itu semua harus dibayar mahal oleh konsumen. Mungkin itu juga yang membuat produk Apple selalu identik dengan produk yang menjual gengsi. Terlepas dari menjual gengsi atau tidak, Apple memang selalu menawarkan inovasi yang membuat produknya jadi sulit ditandingi.

Dan laptop Apple MacBook ini juga bukan sebuah pengecualian dari standar yang selalu dipegang oleh Apple ini. Meski tak bisa dibilang menawarkan teknologi terbaru, namun laptop ini jelas memberikan sesuatu yang tak bisa diberikan oleh produk laptop lain. Sebut saja desain casing yang inovatif dan tentu saja aplikasi multi-touch touchpad yang mampu mengenali gerakan jari tangan seperti layar iPhone.

Berdasarkan seperti apa yang sudah diuraikan saya diatas, maka perlu melakukan perumusan masalah mengenai:

a. Bagaimana menganalisis kebutuhan spesifikasi Laptop yang akan di gunakan di parlemen.
b. Memahami dan mengoperasikan laptop.

Untuk mengoptimalkan kinerja anggota dewan parlamen nasional Timor Leste periode 2007-2012, terutama kemudahan dalam mengakses informasi.

Pengadaan laptop bagi 66 anggota parlemen tersebut sesuai dengan anggaran yang disetujui oleh pemerintah. Laptop untuk anggota parlemen tersebut senilai   $999 (setahu saya) atau di kurs-kan ke Rupiah kurang lebih sebesar  Rp.8.780.000.- per unit, dengan total anggaran mencapai $65934 atau dirupiahkan sekitar Rp. 645.480.000 .-

Akan menjadi ironis apabila selevel anggota parlemen memiliki laptop sekelas MacBook dengan spesifikasi yang cangih tapi tidak mampu mengoperasikan semua fitur yang ada didalamnya. Mau diapakan nantinya. Dibuat gaya-gaya dan atau malah jadi barang pajangan. Tentunya menjadi mubazir. Belum lagi jika kemampuan mereka tidak memadahi akan berdampak pada fungsi barang tersebut. Bisa-bisa hanya digunakan untuk main game. Fasilitas serba canggih dalam laptop yang tidak disertai kemampuan penggunanya hanya akan membuat program tersebut. Jadi jauh dari manfaat untuk menunjang kinerja sebagai anggota parlemen. Belum lagi kekawatiran akan disalahgunakannya fasilitas ini untuk hal-hal yang menyimpang.

Masyarakat luas tentu memiliki ekspektasi yang tinggi untuk anggota Parlemen. Kualitas kompetensi yang memadahi di bidang mereka dan fasilitas yang mendukungnya. Wakil rakyat harusnya dengan sendirinya mencukupi fasilitas tersebut. Apalagi kalau hanya laptop. Ini harusnya dari kantong mereka sendiri. Gaji anggota parlemen cukup untuk membeli laptop sendiri. Penggunaanya juga terserah. Akan menjadi berita aneh, apabila anggota parlemen masih buta dengan laptop di zaman saat ini.

Banyak pihak terutama masyarakat Timor Leste, mengkritik upaya Parlemen yang memperbanyak fasilitas dengan alasan untuk meningkatkan kinerja, termasuk pengadaan laptop, padahal kinerja Parlemen belum tentu bisa ditingkatkan dengan fasilitas seperti ini.

Menurut sebagian masyarakat, tidak ada korelasi antara pengadaan laptop dengan peningkatan kinerja. Harga yang ditetapkan untuk satu laptop sebesar itu terlalu mahal. Apalagi belum tentu semua anggota Parlemen bisa mengoperasikannya. Anggota Parlemen juga mungkin telah banyak yang memiliki laptop sehingga fasilitas ini tidak diperlukan lagi.

Dalam urusan teknologi apa pun, kita mengenal kalimat bijak "man behind the technology". Tinggi atau rendahnya kemampuan SDM, jelas berkaitan dengan faktor manusia, bukan teknologi.

Biarpun laptop merupakan barang canggih, kalau kemampuan manusianya "gaptek" (gagap teknologi), alat tersebut paling cuma untuk gagah-gagahan. Sungguh anehkan, ketika terdengar kabar hanya segelintir anggota parlemen yang tahu cara mengoperasikan komputer.

Sehingga saya berpendapat bahwa, pengadaan laptop dengan anggaran yang begitu besar merupakan suatu pemborosan.
Sebab para anggota parlamen bukan praktisi IT yang harus memiliki Laptop dengan spesifikasi high end melainkan hanya sebagai wakil rakyat yang bertujuan menyuarakan aspirasi rakyat.

Saran saya, daripada membeli laptop dengan spesifikasi tinggi tapi hanya di gunakan untuk mengetik dan browsing internet, lebih baik membeli laptop dengan spesifikasi standar yang sudah mendukung komputasi pengolahan teks/dokumen dengan harga yang relatif murah.

Permintaan maaf saya yang sebesar-besarnya apabila ada kata atau kalimat yang kurang berkenang dihati rekan-rekan semua dan jikalah pengadaan tersebut tidak seperti yang saya sampaikan, berharap rekan-rekan bisa mengkoreksinya. Sebagai salah satu putra bangsa Timor Leste, Saya hanya menyuarakan isi hati saya dan tidak bermaksud untuk menghujat ataupun menjelek-jelekkan.


Viva Estudante Timor Leste



  • kasus yang sama dengan parlemen negara tetangga, namun mereka meminta apple desktop
    :huh

  • kisahnya hampir sama dengan negara tetanggamu bang... =="

  • MacBook ? jangan2 mereka kepingin gara2 saya juga pake MacBook juga :p

  • @sauqhi
    iya, saya sangat prihatin sekali dengan kondisi ini. dibuat kerja ato dipake untuk trendsetter di parlemen.

  • @mazumam
    hehehe sangat tidak jauh berbeda...

  • Written by Jose Amaral
    20 Juli 2010 09.37 Reply To This Comment

    Fasi sira hanesan ne duni mak diak bro. hu suporta nafatin bro nia aktivadade hanesan ema nebe mak hakarak ICT iha ita nia rain ne lao ho diak no la iha korupsaun ou naok ten iha infrastruktura ICT iha Timor Leste.

    GBU.

  • Written by Almeida Martin
    24 Juli 2010 13.17 Reply To This Comment

    husi hau nia an rasik kontenti katak, sei iha ita nia maluk timor mak iha interese duni ba dezevolvemento konaba IT iha ita nia rain.
    hanesan mos komentario husi maluk ida leten ne, hau suporta ita nia hanoin no aktivade nebe mak hakarak rai timor lao diak no la iha naok ten nebe mak aproveita tempo para naok osan nebe mak governo fo para hari infrastuktura IT ne.

    obrigado

  • Processo atu hola Laptop no halao processo pengadaan nee, hanesan moos processo ba kareta ba deputados sira, lei no regimento parlamento nian fo dalan ba deputados sira atu decidi meios nebe atu ajuda sira halao sira nia servisu, decisaun tomak ba foti hodi opta ba hola laptop nee moos decisaun unanimidade ou aceita husi decisaun hamutuk nian hodi opta opsaun nebe hanoin katak sei bele facilita sira nia servisus ho moos berbaul ho teknologia, maibe teknologia nebe mak sira konhese diak lui tahan batin mak Apple e los duni apple sira nebe hola iha 2007 - 2012 nee nia tahan batin duni e entrega ba sira,tamba cost maintenance nebe gasta, tamba moos value durante tinan lima ona, sai ona zero asset. Ita ida idak nia hanoin kona ba processo implementasaun tecnologia iha nia dalan barak barak, ate agora ita seidauk iha matrix ida ke variable atu dehan teknologi ida nebe mak bele fasil lui atu bele usa, ita koalia kona user friendly, naran katak solusaun sira nee bele integra ho realidade nebe ohin loron Parlamento iha ho sistema nebe laos moos komplexo lui atu bele integra ho apple, tamba buat hotu agora nee applikasaun sira nee berbasis web hotu, versaun office foun ba apple 2011 moos iha ona funsaun Outlook exchange nebe bele facilita integra email nebe Parlamento iha. Klaru ke kestaun Apple nia folin la hanesan ho tecnologia seluk, laos deit style maibe, ita tengki hare moos nia durasaun ba life products support, klaru ke nia support center seidauk iha nee, hanesan moos tecnologia seluk, ohin loron Timor Leste seidauk iha Agen nebe resmi loos atu bele handle buat sira nee, sira nee iha nee hanesan deit distribuitor, e klaru ke nee responsabiliza ba companhia sira nebe mak manan kontrato atu bele assegura nia support maintenance ho durasaun nebe determina sem custo. Sim ita hotu fo kestaun ba Deputados sira bele usa kalae, maibe hare ba tinan lima nia laran nee sira konsege ultrapassa utiliza meios sira nee ho diak, mesmo ke la sai hanesan expert ba usa Laptop no apliksaun sira nee, sai hanesan user friendly deit. 2012 - 2017, sei kontinua mantein nafatin ho processo nebe unanimidade hodi opta Macbook Pro Apple mak sai solusaun ba facilita servisu deputados sira, ita la bele marginiza ou merendahkan deputados sira katak sira la hatene usa ka ou hanesan deit user biasa, ohin loron ema barak mak berbaul ona ho teknologia inklui deputados sira, laos kestaun se mata mata hanesan style ida ba sira, maibe iha moos nia funsaun, facilita sira nia servisu sem atrapalha ho virus, tecnologia nebe aguenta ho durasaun nebe naruk. kestaun orsamento sempre hetan visaun ida ke negatifa no positiva, hare husi balance e check ba Tecnologia, se iha grantia no durasaun nebe life sem iha hasai kusto ida boot ba halo manutensaun. Ita konsentra iha ICT infra - estrutura Parlamento nian compara ho Parlamento seluk seluk, nee seidauk moos atingi infra-estrutura basico, nee hanesan ona padraun ida ba e-parliament, hakarak ka lakohi tengki duni investe iha parte tecknologia, ida nebe mak hotu hotu free, la iha ida mak total free, sempre iha cost.

  • Written by Anonim
    19 Januari 2013 07.28 Reply To This Comment

    top [url=http://www.c-online-casino.co.uk/]uk online casinos[/url] coincide the latest [url=http://www.casinolasvegass.com/]free casino games[/url] unshackled no deposit hand-out at the leading [url=http://www.baywatchcasino.com/]online casino
    [/url].

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar Anda dan jangan komentar bernada spam ya. Obrigado